Dokumentasi Tim PBHKP
ket : Foto bersama Peserta sosialisasi

SORONG, pbhkp.or.id – Tim Perhimpunan Bantuan Hukum Keadilan dan Perdamaian (PBHKP) Kembali melakukan Sosialisasi Paralegal dan Bantuan Hukum kali ini tim menyasar kelompok masyarakat kampung dan pemuda karena akses keadilan sangat terbatas untuk dijangkau terlebih untuk masyarakat yang berada jauh dari kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi.

Kegiatan Sosialisasi Undang-undang Bantuan Hukum Nomor 16 Tahun 2012 dan Peraturan Mentri Hukum dan Ham RI tentang Paralegal yang di laksanakan oleh tim PBHKP bertempat di Kampung Klayas, Distrik Seget, Kabupaten Sorong dihadiri oleh peserta yang terdiri dari masyarakat, aparat desa, dan pemuda Kampung

Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 18 September 2021 tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat kampung klayas karna selain memberi pengetahuan tentang hukum tetati juga dapat memberdayakan pemuda kampung yang nantinya mendapat pelatihan Paralegal.

Selain memberikan Sosialisasi kepada masyarakat, Tim PBHKP juga mendapat keluhan dari masyarakat kampung terkait pembangunan kampung, fasilitas Kesehatan dan sekolah terlebih masalah Limbah Perusahaan Petrogas yang menurut masyarakat belum mendapat perhatian lebih dari Pemerintah dan beberapa Perusahaan minyak besar yang berbatasan langsung dengan kampung Mereka

ket : Kali yang menjadi dampak tumpahan Limbah Perusahaan

Benjamina Kutumlas selaku masyarakat kampung Klayas mengeluhkan, “meskipun sudah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pihak perusahaan sampai saat ini belum ada realisasi. lanjutnya, ” Kami minta Petrogas ganti rugi karna kali yang suda tercemar sering Ia dan masyarakat pakai sebagai tempat cari ikan, udang, sayur dan beberapa tanaman di pinggiran kali sudah mati kami takut makan ikan atau udang yang sudah tercemar nanti kami keracunan”. tutup Benjamina.

Koordinator Non Litigasi PBHKP Jein Robby Wosiry, SH mengatakan, ” Untuk masalah-masalah yang masuk ke tim akan di tindak lanjuti baik menyurati ke Pemerintah ataupun Pihak perusahaan dan nantinya kami juga sudah melakukan investigasi terkait Tumpahan Limbah dari Petrogas dan masih mengumpulkan tambahan data-data dari masyarakat untuk kami proses sebagai laporan pencemaran lingkungan”.

Penulis: Ade Mus