Foto bersama karyawan Swiss Bell Hotel (berdiri)

Sorong, pbhkp.or.id – Bertempat di Kantor Perhimpunan Bantuan Hukum Keadilan dan Perdamaian Sorong, sekitar tanggal 10 Oktober 2020, Pukul 18:00 Wit Sejumlah Karyawan Swiss Bell Hotel dan Fave Hotel datang meminta Bantuan Hukum guna memohon klarifikasi dari pihak hotel yang telah memberhentikan dan mengistirahatkan mereka tanpa melalui proses yang berlaku dan juga hak-hak karyawan yang belum didapatkan dari pihak hotel tempat mereka berkerja.

Menurut mereka, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya tiba-tiba pihak hotel melalui Pesan Aplikasi Whatsupp meminta mereka untuk di istirahatkan selama tiga bulan tanpa ada gaji, bahkan adapun kontrak kerja sudah habis tetapi masih tetap berkerja tanpa ada perpanjangan kontrak

Mathias Wally salah satu mantan karyawan Fave Hotel mengatakan, “saya dipecat tanpa ada surat peringatan satu, dua, tiga dan langsung dikeluarkan”

Muh. Abdul Rizal mantan karyawan Swiss Bell Hotel menjelaskan, “Selama berkerja saya belum mendapat hak cuti selama tiga tahun, THR belum semua terbayarkan dan kontrak kerja sudah habis namun masih aktiv berkerja dan belum ada perpanjangan kontrak”.

Ryski Rismawati selaku kordinator para karyawan Hotel mengatakan, “kami mohon klarifikasi dari pihak Swiss Bell Hotel dan Fave Hotel karna kalau kami diistirahatkan dan diberhentikan ada hak-hak kami yang perlu pihak hotel perhatikan karna mengingat kami membutuhkan biaya hidup selama kami di istirahatkan”.

Foto bersama Karyawan Fave Hotel (berdiri)

Richard Rumbekwan, SH salah satu dari tim Advokasi mengatakan, ” Kami akan mengawal para karyawan yang datang ke kantor kami untuk mencari keadilan.

tambah richard, “Kami dari Tim Perhimpunan Bantuan Hukum Keadilan dan Perdamaian akan menyurati pihak hotel untuk meminta klarifikasi, dan nanti tembusanya ke Dinas Ketenagakerjaan Kota Sorong”. tutupnya

Penulis : Econ.r