Sorong,pbhkp.or.id – Pihak Perhimpunan Bantuan Hukum Perdamaian dan Keadilan (PBHKP) Sorong melakukan salah satu terobosan memberikan penyuluhan hukum kepada para Pekerja Seks Perempuan (PSP). Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Yayasan Papua Lestari (YAPARI) kompleks perumahan Moyo Permai km 12 Kota Sorong, Sabtu (13/06/2020) kemarin.

Sekitar sepuluh peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan edukasi serta penyuluhan hukum, dan di hadiri langsung oleh Koordinator YAPARI Sorong, Hilal Achmad, Ketua PBHKP Sorong, Loury Da Costa SH, para petugas lapangan , antara lain  Yulia Sari, Helen Koupun, Windra,Wanda.

Adapun materi utama dalam pertemuan tersebut adalah memberikan edukasi terkait pengetahuan pentingnya menjaga kesehatan dalam menjalan profesi sebagai PSP.

“Terkait Kesehatan, khususnya masalah HIV/AIDS, ini sangat penting dipahami dan dimengerti oleh para PSP yang dalam keseharian mereka seringkali melayani tamu dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Resiko penularan penyakit kelamin sangat mungkin terjadi, untuk itulah kami dari YAPARI selalu mengawasi dan memberikan edukasi  karena PSP bekerja secara mandiri tidak seperti yang ada di lokalisasi maupun tempat hiburan malam yang ada di wilayah kota Sorong,”Terang Hilal Achmad.

Keterlibatan pihak PBHKP Sorong, menurut Hilal Achmad adalah memberikan pemahaman terkait perlindungan hukum bagi para PSP apabila mendapat perlakuan tidak pantas seperti penganiayaan dan sebagainya dari pelanggan yang memakai jasa PSP. Hal tersebut diaminkan juga oleh pihak PBHKP Sorong.

“Sangat beresiko sekali profesi sebagai seorang PSP, kekerasan maupun intimidasi seringkali mereka alami. Untuk itulah kami dari PBHKP Sorong diminta oleh pihak YAPARI memberikan penyuluhan hukum kepada PSP, dengan demikian mereka bias melaporkan pelanggaran yang menimpa mereka dan dilanjutkan sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” Tandas Loury Da Costa.(Econ)

Editor ; Peko L Hoda