Sorong, pbhkp.or.id – Akibat melakukan pemblikiran rekening secara sepihak, Bank Papua Waisai digugat oleh pihak CV Putri Dai Suly yang notabene adalah nasabah dari pihak Bank Papua Waisai. penggugat, CV Putri Dai Suly melayangkan surat gugatan secara perdata ke Pengadilan Negeri Sorong pada tanggal 27 Mey 2020 dan di register dengan nomor 9/Pdt.G.5/2020 tertanggal 28 Mey 2020.

Proses mediasi antara kedua belah pihak telah dilakukan pada hari kamis 11 Juni lalu oleh Hakim Tunggal Donald Sopacua SH dalam sidang sederhana yang di gelar di ruang Tirta Pengadilan Negeri Sorong gagal menemui titik temu. sidang pun dilanjutkan dengan mendengarkan jawaban dari kuasa hukum Bank PApua Cabang Waisai atas tuntutan yang dilayangkan Perhimpunan Bantuan Hukum Keadilan dan Perdamaian selaku tim kuasa hukum dari CV Putri Dai Suly.

Kuasa Hukum Bank Papua Cabang Waisai, Alexander Wambrauw SH dan Priska Marlin dalam jawabannya memohon kepada Hakim PN Sorong yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut untuk menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya, dengan alasan pihak tergugat tidak melakukan perbuatan melawan hukum atas proses pemblokiran dana milik penggugat sebesar Rp. 447.923.524 pada rekening atas nama CV Putri Dai Suly. menurut kuasa hukum tergugat bahwa pemblokiran tersebut dilakukan berdasarkan surat dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Raja Ampat tertanggal 24 April 2020 perihal permohonan pemblokiran dana berdasarkan kontrak Nomor :600/210.D/SP/FISIAPBD/DPU-R4/2019 Tanggal 30 Oktober 2019.

Pihak kuasa hukum tergugat juga menyampaikan bahwa selain surat pemblokiran dari DPU Kabupaten Raja Ampat, pihaknya juga mendapat suart serupa dari Muhammad Chandra Eko tertanggal 9 Maret 2020 yang intinya meminta pemblokiran dana sebesar Rp.428.200.000 pada rekening CV Putri Dai Suly. selain itu juga kuasa hukum tergugat membeberkan fakta bahwa dalam rekening milik CV Putri Dai Suly sebelum pencairan SP2D tanggal 28 April 2020 adalah sebesar Rp.2.466.942. dengan demikian dana sebesar Rp. 447.923.524 merupakan dana yang bersala dari DPU untuk pembayaran lunas seratus persen untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh CV Putri Dai Suly.

“Pemblokiran tersebut segera dan seketika dilakukan,karena ada kekuatiran akan diambil penggugat yang di duga memiliki itikad tidak baik” Terang Alexnder Wambrauw SH dalam surat jawaban selaku kuasa hukum Bank Papua Cabang Waisai.

Tim kuasa hukum Penggugat dari PBHKP Sorong yang diketuai oleh Loury Da Costa SH bersama anggota masing masing Areos Borolla SH, Jein R.A.Wosiri SH, dan Richard Rumbekwan SH pada sidang sebelumnya menegaskan bahwa pihak Bank Papua selaku Tergugat dinilai lalai dalam melakukan pelayanan kepada Penggugat selaku nasabah yang selayaknya mendapat pelayanan yang maksimal serta jaminan terhadap tabungan atau simpanan uang milik nasabah.

“Tergugat awalnya secara sepihak telah melakukan pemblokiran terhadap rekening milik perusahaan CV Putri Dai Suly serta rekening pribadi dari Kristien Tabita yang adalah Direktur CV Putri Dai Suly. sudah jelas perbuatan dari tergugat adalah lalai dan akibat kelalain itu telah membuat penggugat selaku Direktur CV Putri Dai Suly mengalami kerugian sebesar Rp.250.694.850. serta kerugian pemblokiran rekening pribadi senilai Rp.347.200.000,”Tegas Loury Da Costa SH.

Sidang kembali akan dilanjutkan pada kamis, 18 juny 2020 dengan agenda pemeriksaan bukti surat dan saksi dari masing masing pihak yang bersengketa.(Econ)

Editor :Peko L Hoda