Ket: penandatanghanan berita acara mediasi damai yang di dampingi paralegal Sonny Laratmasse

Sorong, pbhkp.or.id – selasa 12 mei 2020. Pukul 10.45 wit mediasia dan negosiasi kasus open status. Bertempat di kompleks pahlawan jl ros TMP Paralegal opsi kota Sorong dan IPPI Papua Barat kota sorong Bersama dengan korban (ML) untuk menyelesaikan masalah open status perkelahian mulut di lingkungan kompleks pahlawan dengan teman dekat, pelaku (RH dan FH).


Dalam diskusi / mediasi ini paralegal dan IPPI Papua Barat bersama untuk membantu mencari kedudukan masalah dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan setelah paralegal dan IPPI memperenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kepada pihak keluarga pelaku / tersangka.

Kata Sonny Laratmasse dan rekan dari IPPI, “Kami memberikan kesempatan kepada pelaku untuk menyampaikan / bercerita terkait awal mula kejadian Disini, pelaku menyampaikan adanya ketersingungan dalam satus akun facebook dengan perkara salah tagih hutang kepada pelaku dan akhirnya singungan staus kasus virus dimana sebelumnya ada perkelahian mulut di lingkungan kompleks yang menyampaikan korban menderita satus hiv stadium 4 dan screensoot dari beberapa teman-teman dari korban dan pelaku yang saling kenal”.


Hal ini mengakibatkan dampak kepada korban dimana merasa sakit hati status hiv nya di sebarluaskan dalam perkataan saat perkelahian mulut, dan dari Permasalahan ini titik permasalahan hanya karena status facebook dan dari beberapa teman-teman dari korban dan pelaku yang saling panas memanas korban dan pelaku.


Permasalahan ini akhirnya dapat di selesaikan dari dua belah pihak dimana sama-sama menjadi korban dari perselisihan ini. Paralegal dan IPPI menyampaikan jika masih dapat di selesaikan disini agar bisa diselesaikan namun jika tidak atau masih ingin berlanjut akan di bawah ke jalur hukum sesuai peraturan daerah no 16 tahun 2013 tentang Hiv. Dengan catatan : saling memaafkan dan tidak lagi saling menyinggung di media sosial (facebook).

Dalam hal ini pemahaman pelaku terkait hiv sudah sangat cukup baik, namun karena emosional dan dengan suasana panas membuat keduanya menjadi menyampaikan hal-hal terkait status hiv korban dimana sebelumnya korban dan pelaku adalah teman baik sejak kecil dan pernah bercerita kepada pelaku terkait status kesehatannya. Mediasi dan negosiasi ini di tutup dengan saling meminta maaf dari dua bela pihak.

penulis dan editor: econ.r