PBHKP, pbhkp.or.id – Tim Nonlitigasi Perhimpuanan Bantuan Hukum Keadilan dan Perdamaian (PBHKP) Sorong yang ditunjuk sebagai kuasa hukum oleh Janes Imbiri, salah satu warga ex Bandara DEO Sorong yang sampai saat ini belum mendapatkan ganti rugi atas tanah garapan miliknya dalam waktu dekat ini akan segera  menindaklanjuti masalah yang dihadapi klien mereka yang dengan melakukan tahapan tahapan sesuai dengan ketentuan non litigasi.

Fernando M Ginuni SH, selaku kordinator tim nonlitigasi dari PBHKP Sorong, didampingi oleh Jero Wosiri.SH dan Areos Borola.SH membenarkan kalau tim nonlitigasi dari PBHKP Sorong telah melakukan penandatanganan surat kuasa khusus dengan klien mereka.

“Memang benar kalau kami tim sudah mewakili Klien kami (Janes Imbiri-red) untuk bertemu dengan pihak pemerintah kota sorong dan juga pihak Bandara DEO untuk menyelesaikan permasalahan ganti rugi tanah garapan yang di maksud,”Terang Fernando M Ginuni.SH, Senin 15/01.

Menyangkut dokumen dokumen yang dibutuhkan, menurut salah satu pengacara muda yang dimiliki PBHKP Sorong ini sudah tidak ada kendala lagi, dimana semua dokumen pendukung telah lengkap, antara lain surat keterangan tanah garapan, surat pelepasan  hak ulayat dari keret Kalagison, kwitansi pembayaran maupun bukti tanda terima surat masuk dari pemerintah kota sorong dan juga pihak Bandara DEO.

“Semua Dinas terkait dalam masalah ini akan kami datangi untuk meminta kejelasan atas apa yang menjadi hak dari klien kami.tunggu saja beberapa hari kedepan tim sudah mulai action dilapangan,”Ujar Fernando.

Sementara itu Ketua PBHKP Sorong, Loury Da Costa SH, membenarkan kalau masalah ganti rugi yang belum terbayarkan sejak pertama kali di lakukan sekitar tahun 2013 silam, klien mereka belum menerima sepeser pun dana tersebut, dan untuk masalah tersebut sudah ditangani oleh tim nonlitigasi dari PBHKP Sorong.

“Mari kita kawal bersama apa yang menjadi hak dari klien, tidak menutup kemungkinan bila pendekatan secara nonlitigasi ini mentok, maka sampai di pengadilan pun kami akan mendampingi klien memperjuangkan hak atas tanah garapan milik klien kami,”Tandas Loury Da Costa.SH.

Penulis : Peko